x

Login

Lupa Password

PraSJSN > Taspen > Manfaat

Manfaat Program TASPEN

Sesuai ketentuan PP No. 25 Tahun 1981 Pasal (8), manfaat Program TASPEN adalah:

  1. Pensiun adalah penghasilan yang diterima oleh penerima pensiun setiap bulan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  2. Tabungan Hari Tua adalah adalah suatu program asuransi, terdiri dari asuransi dwiguna yang dikaitkan dengan usia pensiun ditambah dengan asuransi kematian.
    1. Asuransi dwiguna adalah suatu jenis asuransi yang memberikan jaminan keuangan bagi peserta pada waktu mencapai usai pensiun ataupun bagi ahli warisnya pada waktu peserta meninggal dunia sebelum mencapai usia pensiun. Besarnya jaminan diatur oleh Menteri Keuangan.
    2. Yang dimaksud tabungan hari tua adalah asuransi hari tua.Asuransi hari tua ini diterima pada saat yang bersangkutan berhenti karena pensiun, meninggal dunia atau berhenti tanpa hak pensiun. Selain dari itu sebagai tambahan diberikan pula jaminan asuransi kematian bagi peserta dan keluarganya.

 

1.    Program Pensiun

  • Program Pensiun merupakan jaminan hari tua berupa pemberian uang setiap bulan kepada PNS yang memenuhi kriteria:
    1. Mencapai Usia Pensiun 
    2. Meninggal pada masa aktif, yang akan diberikan kepada janda/duda atau anaknya sebelum berumur 25 tahun
  • Pembayaran pensiun juga dilakukan kepada:
    1. Penerima Pensiun Pejabat Negara
    2. Penerima Tunjangan Perintis Kemerdekaan
    3. Penerima Tunjangan Veteran
    4. Penerima Pensiun Anggota TNI/POLRI yang pensiun sebelum April 1989
  • Kelompok Pensiun yang diberikan:
    1. Pensiun PNS Pusat dan PNS Departemen Hankam yang pensiun sebelum 1 April 1989
    2. Pensiun PNS Daerah Otonom
    3. Pensiun Pejabat Negara
    4. Pensiun ABRI yang diberhentikan dengan hak pensiun sebelum 1 April 1989
    5. Pensiun PT KAI
    6. Tunjangan Veteran.
    7. Tunjangan PKRI/KNIP
    8. Uang Tunggu PNS
  • Yang berhak menerima Pensiunadalah:
    1. Diri pensiun yang bersangkutan.
    2. Janda/duda pensiunan.
    3. Yatim-piatu pensiunan.
    4. Orang tua (bagi PNS yang tewas dan tidak meninggalkan isteri/suami/ anak). 

1.1.  Pembayaran Pensiun Pertama dan Pensiun Bulanan

  • Pensiun pertama diberikan ketika PNS/pejabat negara berhenti dengan hak pensiun dan pembayarannya bersamaan dengan pemberian hak THT. 
  • Pensiun bulanan adalah pensiun yang dibayarkan pada setiap bulan melalui kantor bayar pensiun yang ditunjuk.

1.2.  Pensiun Terusan

  • Merupakan pensiun almarhum/almarhumah yang meninggal dunia diteruskan kepada isteri/suami/anak sebesar pensiun yang diterima almarhum/almarhumah semasa hidup, dalam jangka waktu tertentu.
    1. Untuk pensiun PNS/ Pejabat Negara/ Tunjangan Veteran 4 bulan berturut-turut.
    2. Untuk pensiun Duta Besar 2 bulan berturut-turut.
    3. Untuk pensiun ABRI 6 bulan berturut-turut. Bila ada bintang jasa (gerilya, sewindu dan kartika ekapaksi) selama 12 bulan berturut-turut.

1.3.  Uang Duka Wafat (UDW)

  • Diberikan kepada isteri/ suami/anak/ahli waris yang ditunjuk karena pensiunan meninggal dunia sebanyak TIGA KALI PENGHASILAN TERAKHIR.
  • UDW untuk isteri/suami karena penerima tunjangan veteran meninggal dunia sebesar Rp.300.000,-
  • UDW untuk ahli waris karena janda/duda penerima tunjangan veteran meningal dunia sebesar Rp. 200.000,-
  • Jika pensiunan menerima lebih dari satu pensiun, UDW hanya diberikan dari salah satu jenis pensiun yang menguntungkan bagi penerima.

1.4.  Pensiun bagi Janda/Duda/ Anak

  • Pensiun yang diberikan kepada janda/duda/anak karena pensiunan meninggal dunia.

1.5.  Uang Kekurangan Pensiun (UKP)

  • Kekurangan pensiun yang belum dibayarkan kepada penerima pensiun akibat penyesuaian pensiun pokok, penyesuaian table, adanya pangkat pengabdian karena penerbitan SK terlambat, dsb.

1.6.  Pensiun Lanjutan

  • Uang pensiun lanjutan akibat perpindahan kantor bayar antar Kantor Cabang PT Taspen (Persero).

 

2. Program Tabungan Hari Tua

  • Persyaratan dan besar manfaat Tabungan Hari Tua ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan No. 478/KMK.06/2002
  • Manfaat Tabungan Hari Tua terdiri dari
    1. Asuransi Dwiguna; dan atau
    2. Asuransi Kematian

2.1. Asuransi Dwiguna

Manfaat Asuransi Dwiguna diberikan dalam hal Peserta:

  • berhenti karena pensiun;
    1. meninggal dunia sebelum diberhentikan dengan hak pensiun; atau
    2. berhenti karena sebab-sebab lain.
  • Besar Manfaat Asuransi Dwiguna terdiri dari 3 perhitungan yaitu:
    1. Besaran manfaat bagi peserta yang diberhentikan dengan hak pensiun pada/sesudah 1 Januari 2001
    2. Besaran manfaat bagi peserta yang meninggal dunia pada/sesudah 1 Januari 2001
    3. Besaran manfaat bagi peserta yang diberhentikan karena sebab-sebab lain pada/sesudah 1 Januari 2001
  • Besar manfaat sebagaimana dijelaskan di bawan ini, hanya berlaku apabila seluruh iuran Peserta telah dibayarkan, jika dalam periode tertentu iuran Peserta tidak dibayarkan, maka kekurangan iuran Peserta akan diperhitungkan dalam menentukan besar manfaat.
  • Dalam hal manfaat Tabungan Hari Tua bagi Pegawai Negeri Sipil yang berhenti karena pensiun, meninggal dunia atau sebab-sebab lain pada atau setelah tanggal 1Januari 2001 telah dibayarkan, maka pengelola Tabungan Hari Tua (THT) dalam hal ini PT TASPEN (Persero) wajib menyesuaikan dan membayarkan besar manfaat sesuai dengan ketentuan dalam Keputusan Menteri Keuangan ini.
  • Bagi Peserta yang berhenti karena pensiun, meninggal dunia atau sebab-sebab lain sebelum tanggal 1 Januari 2001, dan belum mendapatkan pembayaran atas manfaat Tabungan Hari Tua, diselesaikan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 45/KMK.013/1992.

Besar Manfaat Bagi Peserta yang Diberhentikan dengan Hak Pensiun pada/sesudah 1 Januari 2001

  • adalah enam puluh per seratus dikalikan MI1 dikalikan P1 ditambah dengan enam puluh per seratus dikalikan MI2 dikalikan selisih antara P2 dengan P1, atau dengan rumus:

{0,60 x MI1x P1} + {0,60 x MI2 X (P2-Pl)}

  • dengan ketentuan bagi PNS yang menjadi Peserta pada/sesudah tanggal 1Januari 2001, maka P1diganti dengan P2, MI2 diganti dengan MI1.

         MI1  :   masa iuran sejak menjadi Peserta sampai dengan diberhentikan sebagai Peserta,
                      yang dihitung dalam satuan tahun.

         MI2  :   masa iuran sejak tanggal 1januari 2001sampai dengan diberhentikan sebagai
                      Peserta, yang dihitung dalam satuan tahun.

         P1   :    penghasilan terakhir sebulan sesaat sebelum berhenti sebagai PNS, berdasarkan
                      PP No. 6 Tahun 1997 tentang Peraturan Gaji Pokok PNS, yang terdiri dari Gaji Pokok,
                      Tunjangan Isteri, dan Tunjangan Anak.

         P2   :    penghasilan terakhir sebulan sesaat sebelum berhenti sebagai PNS, berdasarkan
                      PP No. 26 Tahun 2001 tentang Peraturan Gaji PNS, yang menjadi dasar potongan
                      iuran, terdiri dari Gaji Pokok, Tunjangan Isteri, dan Tunjangan Anak.

  • Besarnya Manfaat Asuransi Dwiguna sekurang-kurangnya 1(satu) kali P2 dengan ketentuan tidak boleh kurang dari Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah).

Besar Manfaat Bagi Peserta yang Meninggal Dunia pada/sesudah 1 Januari 2001

  • adalah enam puluh per seratus dikalikan Y1 dikalikan P1 ditambah dengan enam puluh per seratus dikalikan Y2 dikalikan selisih antara P2 dengan P1, atau dengan rumus :

{ 0,60 x Y1P1} + {0,60xY2 x ( P2 - P1)}

  • dengan ketentuan bagi PNS yang menjadi Peserta pada/sesudah tanggal 1Januari 2001, maka P1 diganti dengan P2 , Y2 diganti dengan Y1.

          P1   :    penghasilan terakhir sebulan sesaat sebelum berhenti sebagai PNS, berdasarkan
                       PP No. 6 Tahun 1997 tentang  Peraturan Gaji Pokok PNS, yang terdiri dari Gaji Pokok,
                       Tunjangan Isteri, dan Tunjangan Anak.

          P2   :    penghasilan terakhir sebulan sesaat sebelum berhenti sebagai PNS, berdasarkan
                       PP No. 26 Tahun 2001 tentang Peraturan Gaji PNS, yang menjadi dasar potongan
                       iuran, terdiri dari Gaji Pokok, Tunjangan Isteri, dan Tunjangan Anak.

           Y1   :    selisih antara batas usia pensiun 56 (lima puluh enam tahun dengan usia Peserta
                        pada saat mulai menjadi Peserta, atau selisih antara usia saat meninggal dunia
                        dengan usia pada saat mulai menjadi peserta, bagi peserta yang batas usia 
                        pensiunnyalebih dari 56 (lima puluh enam) tahun dan usia pada saat meninggal 
                        dunia lebih dari 56 (lima puluh enam) tahun yang dihitung dalam satuan tahun.

           Y2   :    selisih antara batas usia pensiun 56 (lima puluh enam) tahun dengan usia Peserta
                        pada tanggal 1 Januari 2001, atau selisih antara usia saat meninggal dunia dengan 
                        usia peserta pada tanggal 1januari 2001, bagi peserta yang batas usia pensiunnya 
                        lebih dari 56 (lima puluh enam) tahun dan usia pada saat meninggal dunia lebih dari
                         56 (lima puluh enam) tahun, yang dihitung dalam satuan tahun.

  • Besarnya Manfaat Asuransi Dwiguna sekurang-kurangnya 1(satu) kali P2 dengan ketentuan tidak boleh kurang dari Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah).

Besar Manfaat Bagi Peserta yang Diberhentikan Karena Sebab-sebab Lain pada/sesudah 1 Januari 2001

  • adalah F1 dikalikan P1 ditambah dengan F2 dikalikan selisih antara P2 dengan P1, atau dengan rumus:

{F1x P1} + {F2 x (P2-P1)}

  • dengan ketentuan bagi PNS yang menjadi Peserta pada/sesudah 1Januari 2001, maka P1diganti dengan P2, F2 diganti dengan F1

           P1   :    penghasilan terakhir sebulan sesaat sebelum berhenti sebagai PNS, berdasarkan
                        PP No. 6 Tahun 1997 tentang Peraturan Gaji Pokok PNS, yang terdiri dari Gaji Pokok,
                        Tunjangan Isteri, dan Tunjangan Anak.

           P2   :    penghasilan terakhir sebulan sesaat sebelum berhenti sebagai PNS, berdasarkan
                        PP No. 26 Tahun 2001 tentang Peraturan Gaji PNS, yang menjadi dasar potongan
                        iuran, terdiri dari Gaji Pokok, Tunjangan Isteri, dan Tunjangan Anak.

           F1   :    faktor yang besarnya dikaitkan dengan MI1

           F2   :    faktor yang besarnya dikaitkan dengan MI2.

  • Besarnya Manfaat Asuransi Dwiguna tidak boleh kurang dari Rp 100.000,00 (seratus ribu rupiah).
  • Besar F1dan F2 adalah:

                      Nilai MI1atau MI2 (dalam Tahun)                                    Nilai F1atau F2            

                                                1                                                                     0,599

                                                2                                                                     1,218

                                                3                                                                     1,826

                                                4                                                                      2,398

                                                5                                                                      3,015

                                                6                                                                      3,525

                                                7                                                                      4,075

                                                8                                                                      4,667

                                                9                                                                      5,307

                                               10                                                                     5,746

                                               11                                                                     6,093

                                               12                                                                     6,457

                                               13                                                                     6,838

                                               14                                                                     7,238

                                               15                                                                     7,657

                                               16                                                                     8,095

                                               17                                                                     8,555

                                               18                                                                     8,778

                                               19                                                                     9,011

                                               20                                                                     9,256

                                               21                                                                     9,512

                                               22                                                                     9,781

                                               23                                                                   10,063

                                               24                                                                   10,357

                                               25                                                                   10,667

                                               26                                                                   10,693

                                               27                                                                   10,722

                                               28                                                                   10,751

                                               29                                                                   10,782

                                               30, dst                                                             10,814

2.2. Asuransi Kematian

  • Manfaat Asuransi kematian, diberikan dalam hal :
    1. Peserta atau pensiunan Peserta meninggal dunia;
    2. Isteri/Suami meninggal dunia; atau
    3. Anak meninggal dunia, apabila belum berusia 21 tahun atau berusia 25 tahun, masih sekolah dan belum menikah.
  • Besar manfaat sebagaimana dijelaskan di bawan ini, hanya berlaku apabila seluruh iuran Peserta telah dibayarkan, jika dalam periode tertentu iuran Peserta tidak dibayarkan, maka kekurangan iuran Peserta akan diperhitungkan dalam menentukan besar manfaat.
  • Besarnya Manfaat Asuransi kematian tidak boleh kurang dari Rp 100.000,00 (seratus ribu rupiah).

Besar Manfaat bagi Peserta Meninggal Dunia

  • adalah dua kali hasil penjumlahan satu dan satu persepuluh kali B dibagi dua belas, dikalikan P2, atau dengan rumus :

2 (1+ 0,1B/12) P2

  • dengan ketentuan apabila Peserta meninggal dunia pada/sesudah tanggal 1Januari 2001dan Peserta berhenti karena pensiun sebelum tanggal 1Januari 2001maka P2 sama dengan penghasilan saat berhenti karena pensiun dan apabila Peserta meninggal dunia sebelum diberhentikan dengan hak pensiun, maka B = 0;

          P2   :   penghasilan terakhir sebulan sesaat sebelum berhenti sebagai PNS, berdasarkan
                      PP No. 26 Tahun 2001 tentang Peraturan Gaji PNS, yang menjadi dasar potongan
                      iuran, terdiri dari Gaji Pokok, Tunjangan Isteri, dan Tunjangan Anak.

          B    :    jumlah bulan yang dihitung dari tanggal Peserta diberhentikan dengan hak pensiun
                     sampai dengan tanggal Peserta meninggal dunia

Besar Manfaat bagi Isteri/Suami Meninggal Dunia

  • adalah satu setengah kali hasil penjumlahan satu dan satu persepuluh kali C dibagi dua belas, dikalikan P2, atau dengan rumus :

1,5 (1+ 0,1C/12) P2

  • dengan ketentuan apabila Isteri/Suami meninggal dunia pada/sesudah tanggal 1Januari 2001dan Peserta berhenti karena pensiun atau meninggal dunia sebelum tanggal 1Januari 2001maka P2 sama dengan penghasilan saat berhenti karena pensiun atau meninggal dunia dan apabila Isteri/Suami/Anak meninggal dunia sebelum Peserta diberhentikan dengan hak pensiun atau meninggal dunia, maka C=O;

          P2   :    penghasilan terakhir sebulan sesaat sebelum berhenti sebagai PNS, berdasarkan
                       PP No. 26 Tahun 2001 tentang Peraturan Gaji PNS, yang menjadi dasar potongan
                       iuran, terdiri dari Gaji Pokok, Tunjangan Isteri, dan Tunjangan Anak.

          C    :     jumlah bulan yang dihitung dari tanggal Peserta diberhentikan dengan hak pensiun
                       atau meninggal dunia sampai dengan tanggal Isteri/Suami/ Anak meninggal dunia.

Besar Manfaat Bagi Anak Meninggal Dunia

  • adalah tiga perempat kali hasil penjumlahan satu dan satu persepuluh kali C dibagi dua belas dikalikan P2, atau dengan rumus :

0,75 ( 1+ 0,1C/ 12) P2

  • dengan ketentuan apabila anak Peserta meninggal dunia pada/sesudah tanggal 1Januari 2001dan Peserta berhenti karena pensiun atau meninggal dunia sebelum tanggal 1Januari 2001maka P2 sama dengan Penghasilan saat berhenti karena pensiun atau meninggal dunia dan apabila Isteri/Suami/Anak meninggal dunia sebelum Peserta diberhentikan dengan hak pensiun atau meninggal dunia, maka C=O;

          P2   :    penghasilan terakhir sebulan sesaat sebelum berhenti sebagai PNS, berdasarkan
                       PP No. 26 Tahun 2001 tentang Peraturan Gaji PNS, yang menjadi dasar potongan
                       iuran, terdiri dari Gaji Pokok, Tunjangan Isteri, dan Tunjangan Anak.

          C     :    jumlah bulan yang dihitung dari tanggal Peserta diberhentikan dengan hak pensiun
                       atau meninggal dunia sampai dengan tanggal Isteri/Suami/ Anak meninggal dunia.

 


 

 

 

?

Pengutipan sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan judul, tanggal dan sumber:
PraSJSN - Taspen - Manfaat
http://archives.jamsosindonesia.com/prasjsn/taspen/manfaat
 Martabat - www.jamsosindonesia.com, 2016
IklanIklanIklanIklan



Kembali Ke Jamsosda Atas