x

Login

Lupa Password

PraSJSN > Askesos > Prosedur

Prosedur ASKESOS

1. Kelembagaan

Penyelenggara ASKESOS

  1. Pemerintah (Kementerian Sosial dan Dinas/Instalasi Sosial Provinsi)
  2. Lembaga sosial/lembaga ekonomi sebagai lembaga pelaksana yang terseleksi dan ditetapkan oleh Instalasi Sosial Provinsi dan Kabupaten / Kota.

Kelengkapan kelembagaan:

  1. Kelengkapan struktur organisasi
  2. Mekanisme kerja
  3. Uraian tugas dan fungsi
  4. Program kegiatan
  5. Sumber daya manusia
  6. Sarana dan prasarana

Tim Pengelola Lembaga Pelaksana terdiri dari:

  1. Ketua
    • Penanggung jawab atas pelaksanaan ASKESOS di lembaganya.
    • Menyusun perencanaan, pengelola, mengarahkan, mengorganisasikan, memantau dan mengevaluasikan, serta mengawasi kegiatan dari jajaran pelaksanaan berdasarkan pedoman pelaksanaan.
    • Memelihara dan mengembangkan hubungan baik, serta kerjasama dengan jajaran Instalasi Sosial Provinsi, Instalasi Sosial Kabupaten / Kota, Kecamatan, Desa/Kelurahan dan RW/RT, tokoh masyarakat, serta orsos/LSM setempat.
    • Bersama Tim Pengelola menyeleksi dan menetapkan peserta ASKESOS.
  2. Sekretaris
    • Melaksanakan kegiatan administrasi perkantoran.
    • Membina tenaga pelaksana dan suasana lingkungan kerja.
    • Mengevaluasi, membuat laporan perluasan pelaksanaan uji coba secara berkala sesuai dengan format yang sudah ditentukan.
    • Mengidentifikasi dan melaporkan hambatan, dukungan dan peluang bagi pelaksana ASKESOS kepada pemerintah Kabupaten / Kota dan provinsi.
  3. Bendahara
    • Melakukan pembukuan keuangan ASKESOS.
    • Melakukan pembukuan dana ASKESOS dari iuran peserta berdasarkan laporan setoran premi dan klaim serta urusan pertanggungan.
    • Penyetoran premi ke bank dan melakukan pembayaran klaim.
    • Membuat laporan pertanggungjawaban keuangan.
  4. Bagian Bimbingan dan Pemasaran
    • Mensosialisasikan program ASKESOS.
    • Mengadakan komunikasi, informasi dan edukasi pada calon peserta tentang manfaat ASKESOS dengan pendekatan individu (home visit) dan melalui media tradisional secara berkala.
    • Melakukan pendekatan dan koordinasi dengan jajaran Pemerintah Kecamatan, Desa/Kelurahan, RW/RT, tokohmasyarakat dan orsos/LSM guna mendapatkan dukungan bagi pelaksanaan ASKESOS.
    • Mendorong peserta ASKESOS untuk membentuk kelompok.
    • Memotivasi/mendorong pengembangan usaha peserta ASKESOS.
    • Memberikan bimbingan pengembangan usaha bagi peserta.
  5. Bagian Premi / iuran dan Keuangan
    • Menerima setoran premi dari petugas lapangan.
    • Melakukan pembukuan bukti setoran premi.
    • Melakukan penyetoran uang premi yang diterima oleh bank.
    • Membuat laporan pertanggung jawaban setoran premi.
    • Melakukan pengisian dan penyerahan polis ASKESOS kepada peserta yang berhak menerima.
  6. Bagian Klaim / Pertanggungan
  7. Petugas Lapangan
    • Mengadakan kunjungan rumah dan pendekatan individu kepada calon peserta.
    • Membina kelompok yang menjadi tanggung jawabnya.
    • Memberikan pelayanan, cepat tanggap kepada calon peserta yang berminat dan peserta yang bertanya atau mengajukan klaim.
    • Memungut premi/iuran dari peserta tepat waktu.
    • Membukukan uang premi / iuran peserta.
    • Menyetorkan uang premi / iuran kepada urusan premi / iuran dan keuangan
    • Mengisi formulir daftar kolektif peserta.
    • Mengumpulkan dan menyiapkan formilir peserta.

Tanggung jawab Lembaga Pelaksana:

  1. Melaksanakan kegiatan ASKESOS sesuai dengan ketentuan berikut :
    • Membuat data dan pemetaan populasi pekerja di sektor informal.
    • Membentuk tim pengelola
    • Melaksanakan kegiatan sosialisasi.
    • Memberikan bimbingan motivasi.
  2. Melaksanakan operasional kegiatan ASKESOS.
  3. Melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan ASKESOS secara berjenjang.

Kriteria lembaga pelaksana ASKESOS:

  1. Memiliki legalitas.
  2. Berpengalaman memberikan pelayanan sosial minimal 3 tahun berturut-turut.
  3. Memiliki struktur organisasi yang lengkap dan pembagian tugas yang jelas.
  4. Mempunyai reputasi yang baik.
  5. Memiliki sarana dan prasarana yang memadai.
  6. Memiliki jaringan kerja yang baik dengan pemerintah, dunia usaha, dan badan sosial lainnya.
  7. Mempunyai rencana target sasaran peserta di lingkungannya minimal 150 calon peserta.

 

2. Mekanisme Pengelolaan

Prinsip-prinsip pengelolaan ASKESOS:

  1. Berbasis Masyarakat, bahwa pelaksanaan ASKESOS dilakukan dengan kekuatan-kekuatan yang ada dalam masyarakat.
  2. Menanggulangi kerentanan dan menciptakan ketahanan keluarga.
  3. Memberikan jaminan pengganti pendapatan ketika pencari nafkah utama mengalami sakit, kecelakaan dan meninggal dunia.
  4. Mengutamakan potensi sumber dana masyarakat.
  5. Transparansi dalam pelaksanaan.
  6. Objektifitas bahwa dalam pelayanan harus bersikap adil dan tidak menunjukkan keberpihakan.
  7. Pelaksanaan sesuai prosedur.
  8. Pemberdayaan masyarakat, pelayanan yang diberikan diarahkan pada peningkatan kemampuan masyarakat.
  9. Partisipasi, pengelolaan ASKESOS perlu melibatkan berbagai lapisan dan komponen masyarakat.
  10. Keterpaduan program lintas sektor.
  11. Profesional dan akuntabel, bahwa pengelolaan ASKESOS dilaksanakan berdasarkan keterampilan dan dapat dipertanggungjawabkan.
  12. Kemandirian, bahwa pengembangan program diarahkan kepada peningkatan kemampuan swakelola dan swadana dalam mengembangkan ASKESOS secara sinergis.
  13. Keberlanjutan, bahwa dalam pengelolaan program harus mampu menumbuhkan peran serta masyarakat untukmemanfaatkan, memelihara, melestarikan, menguatkan dan mengembangkan program secara terus menerus.

2.1. Tahapan Penyelenggaraan Program

  1. Persiapan
    • Penjajakan: mengumpulkan data dan informasi awal tentang kondisi, calon lokasi, calon lembaga pelaksana melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi.
    • Sosialisasi
      • dilaksanakan oleh petugas Kementerian Sosial/petugas Instalasi Sosial Provinsi untuk memperkenalkan atau menginformasikan kegiatan ASKESOS.
      • sasaran petugas provinsi, petugas Kabupaten / Kota, dan pengurus orsos calon pelaksana ASKESOS.
    • Identifikasi dan Seleksi: menginventarisasi dan menyeleksi lokasi rintisan, organisasi pelaksana, jumlah calon peserta ASKESOS, serta sumber lain.
    • Temu Konsultasi
      • Konsep dan mekanisme pelaksanaan kegiatan ASKESOS terinformasikan dan dipahami peserta.
      • Disepakati penyelenggaraan kegiatan ASKESOS oleh para pelaksana di tingkat Provinsi/Kabupaten kota dan orsos/yayasan/lembaga sosial.
    • Pemantapan Petugas: observasi untuk memperoleh pemahaman, kesepakatan dan kesatuan kerangka pikir antara petugas Kementerian Sosial dengan Petugas Sosial Provinsi dan Petugas Sosial Kabupaten / Kota.
    • Pembekalan Kemampuan Manajerial Lembaga Pelaksana: meningkatnya pengetahuan, sikap dan keterampilan teknis petugas pelaksana ASKESOS dan meningkatkan kemampuan manajemen operasional ASKESOS.
    • Bimbingan Motivasi: meningkatkan pemahaman, kesadaran, kemauan, dan kesedian untuk menjadi peserta ASKESOS dan untuk tetap menjadi peserta ASKESOS.
  2. Pengelolaan
    • Pemasaran: memperkenalkan ASKESOS kepada pekerja mandiri dan pekerja di sektor informal, sehingga berkemauan dan bersedia menjadi calon peserta ASKESOS.
    • Perekrutan Peserta: b. menjaring pekerja mandiri dan pekerja di sektor informal untuk menjadi peserta ASKESOS.
    • Pengumpulan Dana Premi atau Iuran: untuk keterikatan peserta dan upaya untuk melatih peserta menabung.
    • Pengelolaan Dana ASKESOS: menyediakan dana klaim bagi peserta yang mengalami sakit, kecelakaan dan meninggal dunia (sesuai prosedur).
    • Pembayaran Dana Klaim: menyediakan dan membayarkan dana klaim untuk peserta ASKESOS yang mengalami resiko alamiah sakit, kecelakaan dan meninggal dunia.
  3. Kemitraan
    • Meningkatkan hubungan kerjasama lintas pelaku ASKESOS, membangun kolaborasi, koordinasi (perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi) dengan melibatkan peserta ASKESOS.
  4. Pengendalian
    • Pemantauan: perkembangan, keberhasilan, penyimpangan dan permasalahan pelaksanaan di lapangan, dan langkah-langkah perbaikan yang akan dilakukan.
    • Penyeliaan: bimbingan teknis dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan ASKESOS.
    • Evaluasi: tingkat keberhasilan dan dampak pelaksanaan ASKESOS
    • Pelaporan: bahan informasi keberhasilan pelayanan ASKESOS pada setiap tahap kegiatan.

Kelayakan lokasi:

  1. Memiliki data populasi pekerja mandiri di sektor informal baik di pedesaan maupun di perkotaan.
  2. Lingkungan setempat mendukung pelaksanaan ASKESOS.
  3. Adanya orsos sesuai dengan kriteria dan dapat dijadikan sebagai pelaksana ASKESOS.
  4. Adanya kesanggupan dari Pemeritah Provinsi dan Kabupaten / Kota untuk membentuk Tim Pengendali Kabupaten /Kota.

2.2. Pengelolaan Dana

  1. Pembukaan rekening di bank atas nama lembaga orsos dan harus ditandatangani oleh 2 orang pengurus yang telah membuat surat pernyataan di atas materai.
  2. Cadangan dana klaim 50% disimpan dalam rekening bank atas nama ASKESOS.
  3. Premi yang diterima dari peserta wajib disetorkan dan disimpan pada bank.
  4. Lembaga pengelola ASKESOS berkewajiban menjaga keamanan dana yang ada.
  5. Orsos pengelola harus mempertanggungjawabkan kegiatannya kepada pemerintah (Depsos), Instalasi Sosial Provinsi dan Instalasi Sosial Kabupaten / Kota tentang hasil pelaksanaan kegiatan sesuai dengan ketentuan.

2.3. Kepesertaan

Syarat Peserta

  1. Pekerja mandiri di sektor informal.
  2. Pencari nafkah utama dengan penghasilan minimal Rp.300.000,- per bulan.
  3. Umur 21 s/d 60 tahun dan atau telah menikah.
  4. Memiliki identitas diri atau surat keterangan domisili dari pemerintah setempat.
  5. Mengisi formulir peserta yang telah disediakan.
  6. Membayar premi sebesar Rp. 5.000,- perbulan selama masa pertanggungan selama 3 tahun.

Status Kepersertaan

  1. Peserta ASKESOS memiliki polis ASKESOS dan kartu tanda peserta.
  2. Peserta yang tidak membayar premi selama 3 bulan berturut-turut maka dapat hilang status kepersertaannya namun dapat dipertimbangkan kembali apabila pendapatannya benar-benar tidak dapat untuk membayar premi paling lama 3bulan.
  3. Peserta yang masa pertanggunggannya selesai dapat melanjutkan kembali kepersertaannya dengan mengikuti ketentuan yang berlaku (daftar ulang)
  4. Peserta yang meninggal dunia status kepersertaannya berakhir.
  5. Peserta yang mengundurkan diri maka statusnya berakhir.

Kewajiban Peserta

  1. Mendaftarkan diri kepada lembaga yang telah ditetapkan ASKESOS atas nama sendiri.
  2. Membayar premi / iuran Rp.5.000,- setiap bulan selama masa pertanggungan 3 tahun.
  3. Mematuhi peraturan dan ketentuan ASKESOS.

Hak Peserta

  1. Mendapatkan polis ASKESOS dan kartu tanda peserta.
  2. Mendapatkan klaim dana pertanggungan.

 

3. Lain-lain

Sumber Pendanaan ASKESOS

  1. Premi peserta.
  2. Subsidi cadangan dana klaim dari pemerintah.
  3. Sumber dana lain yang sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pelaporan

Penyampaian informasi, data, keterangan, ataupun pertanggungjawaban baik secara lisan maupun tertulis dari setiap komponen pelaksanaan kegiatan ASKESOS.

Syarat-syarat pelaporan:

  1. Jelas, disusun dengan menggunakan bahasa, kata-kata, istilah yang sederhana, lazim digunakan oleh umum dan mudah dipahami.
  2. Langsung, mengenai sasaran permasalahan.
  3. Menghindarkan kata-kata yang muluk-muluk, singkat, padat, langsung pada pokok permasalahan.
  4. Lengkap, mencangkup semua permasalahan yang dihadapi dan sesuai prioritas.
  5. Obyektif, menurut kenyataan dan kondisi serta situasi yang ada.
  6. Sistematis, laporan disusun sesuai tahapan kegiatan.
  7. Tepat saluran, sesuai dengan jenjang hirarki yang ada.
  8. Ada proses rimbal balik, laporan dapat dijadikan sebagai umpan balik perbaikan terhadap penyimpangan yang ada.
  9. Tepat waktu, laporan disampaikan tepat waktu sehingga informasi yang ada dapat bermanfaat.

Jenis laporan:

  1. Laporan Triwulan, yaitu laporan yang disusun dan disampaikan setiap 3 bulan sekali.
  2. Laporan semesteran, yaitu laporan yang disususn dan disampaikan setiap 6 bulan sekali.
  3. Laporan Tahunan, yaitu laporan yang disusun dan disampaikan setiap tahun sekali.

Unsur muatan laporan:

  1. Pelaksanaan Kegiatan ASKESOS.
  2. Kepersertaan.
  3. Keuangan.
  4. Premi.
  5. Klaim.
  6. Kondisi SDM Pengelola.
  7. Ketersediaan sarana dan prasarana.

 

4. Indikator Keberhasilan

  1. Kelembagaan Pengelola ASKESOS
    • Sumber Daya Manusia: a. SDM memadai dan memiliki kemampuan pelaksanaan asuransi kesejahteraan sosial.
    • Struktur Organisasi / Pengurus: pembagian tugas dan tanggung jawab dilaksanakan dalam setiap unsur atau komponen kegiatan asuransi
  2. kesejahteraan sosial.
    • Administrasi: pengadministrasian yang lengkap, jelas terhadap kegiatan ASKESOS secara berkelanjutan dengan data, dokumentasi, ( foto / gambar )
    • Perlengkapan: tersedianya peralatan (gedung, kantor, komputer, mesin tik, lemari, ATK,  sarana komunikasi)
    • Sumber dana memiliki modal dan sumber dana lain untuk kegiatan usaha kesejahteraan sosial dan tidak ketergantungan terhadap pihak lain.
  3. Kepersertaan
    • Memiliki sumber penghasilan
    • Diutamakan yang telah berkeluarga
    • Mampu membayar premi
    • Sebagai pencari nafkah utama dalam keluarga
    • Memiliki kartu anggota dan polis

 

5. Keberlanjutan ASKESOS

Aspek keberlanjutan ASKESOS

  1. Kemandirian.
    • Meningkatnya kepercayaan para peserta kepada pelaksana ASKESOS.
    • Mengembangkan hasil kerja ASKESOS yang terukur.
    • Cara pengelolaan yang transparan.
  2. Kemitraan.
    • Kesetaraan.
    • Keterbukaan.
    • Kejujuran.
    • Saling menguntungkan.
    • Berkesinambungan.
    • Berkolaborasi.

Memulai kemitraan ASKESOS dengan pendekatan individual, dilanjutkan dengan pendekatan kelembagaan dan menumbuh kembangkan kepentingan bersama.

Mengembangkan kemitraan ASKESOS:

  • Menumbuhkan motivasi dan menjalin komunikasi lintas pelaku ASKESOS.
  • Membangun kolaborasi pada tingkat perencanaan pelaksanaan dan evaluasi dengan melibatkan peserta ASKESOS.
  • Mengembangkan kesadaran berbagai pihak mengenai kepentingan ASKESOS.

       3.  Jejaring.

Untuk mengembangkan dan memperluas jangkauan kegiatan ASKESOS.

Pengembangan jejaringan:

  • Instalasi Pemerintah.
  • Dunia usaha.
  • Lembaga Donor Nasional maupun Internasional.
  • Masyarakat.

Bentuk jejaringan yang perlu dikembangkan

  • Pertukaran Informasi
  • Peningkatan Kapasitas Pelayanan
  • Memperjuangkan kebijakan yang memihak dan berdasarkan kepentingan peserta ASKESOS
  • Memperluas kerjasama di berbagai tingkat lokal, provinsi, nasional dan global.

 


 

?

Pengutipan sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan judul, tanggal dan sumber:
PraSJSN - Askesos - Prosedur
http://archives.jamsosindonesia.com/prasjsn/askesos/prosedur
 Martabat - www.jamsosindonesia.com, 2016
IklanIklanIklanIklan



Kembali Ke Jamsosda Atas