x

Login

Lupa Password

MANFAAT PENSIUN (LANJUTAN)

oleh: A. A. Oka Mahendra

Pada tulisan yang lalu kita sudah membicarkan ikhwal penerima manfaat pensiun, usia pensiun, dan manfaat pensiun secara umum. Pada tulisan ini, pembahasan dilanjutkan untuk menjelaskan secara lebih rinci masing-masing  bentuk manfaat pensiun.

Manfaat Pensiun Hari Tua

Kita mulai dengan membahas Manfaat pensiun Hari Tua yang diatur dalam Pasal 19 Peraturan Pemerintah No 45 tahun 2015. Manfaat pensiun Hari Tua diterima Peserta yang telah mencapai Usia Pensiun dan telah memiliki masa Iur paling singkat 15 (lima belas) tahun yang setara dengan  180 (seratur delapan puluh) bulan.

Besar Manfaat pensiun Hari Tua dihitung dengan formula Manfaat pensiun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (2) yang telah dikemukakan pada uraian terdahulu. Hak  atas Manfaat Pensiun Hari Tua diperhitungkan mulai tanggal 1 bulan berikutnya setelah Peserta mencapai Usia Pensiun.

Misalnya Peserta mencapai Usia Pensiun pada tanggal 27 Juli, maka pada tanggal 1 Agustus Peserta telah berhak atas manfaat Pensiun Hari Tua. Hak atas Manfaat Pensiun Hari Tua berakhir pada saat Peserta meninggal dunia.

Manfaat Pensiun Hari tua Peserta yang meninggal dunia diterima oleh suami atau istri Peserta yang bersangkutan berupa Manfaat Pensiun Janda  atau Duda. Dalam hal yang bersangkutan tidak mempunyai istri atau suami maka Manfaat Pensiun Hari Tua Peserta yang meninggal dunia itu, diterima oleh anak berupa Manfaat Pensiun Anak. Dalam hal Peserta yang bersangkutan tidak mempunyai suami atau istri dan anak, maka Manfaat Pensiunnya diterima oleh orang tuanya berupa Manfaat Pensiun Orang Tua.

Manfaat Pensiun Cacat

Manfaat pensiun cacat diatur dalam Pasal 20 Peraturan Pemerintah No 45 Tahun 2015. Manfaat Pensiun Cacat diterima oleh Peserta yang mengalami Cacat Total Tetap sebelum mencapai Usia Pensiun. Besar Manfaat Pensiun Cacat dihitung dengan formula Manfaat Pensiun sebagaimana dimaksud dalam pasal 17 ayat (2) sebagaimana telah dijelaskan terlebih dahulu.

Dalam hal Peserta mengalami Cacat total tetap dan Masa Iur kurang dari 15 (lima belas) tahun, Masa Iuran yang digunakan dalam menghitung Manfaat Pensiun Cacat, adalah 15 (lima belas) tahun dengan ketentuan:

a.      Peserta rutin membayar Iuran dengan tingkat kepadatan paling sedikiut 80%; dan yang dimaksud dengan “tingkat kepadatan” atau density rate adalah tingkat ketaatan pembayaran Iuran oleh peserta.

b.      kejadian yang menyebabkan Cacat Total Tetap terjadi setelah Peserta terdaftar dalam program Jaminan pensiun paling singkat 1 (satu) bulan.

Hak atas Manfaat Pensiun Cacat diperhitungkan mulai tanggal 1 bulan berikutnya setelah Peserta ditetapkan mengalami Cacat Total Tetap. Penetapan Cacat Total tetap dilakukan oleh dokter penasehat, dokter yang merawat, dan/atau dokter pemeriksa.

Yang dimaksud dengan ”dokter penasehat” adalah dokter yang mempunyai tugas dan fungsi untuk memberikan pertimbangan medis dalam menentukan dan menetapkan Peserta mengalami Cacat Total Tetap.

Penetapan cacat total tetap dapat dilakukan oleh salah seorang dokter tersebut di atas atau secara bersama-sama, karena rumusan ketentuan yang mengatur soal penetapan tersebut bersifat alternative kumulatif. Dalam hal terjadi perbedaan pendapat atas  hasil penetapan Cacat Total Tetap, penyelesaiannya dilakukan melalui mekanisme yang ditetapkan oleh Menteri. Hak atas Manfaat Pensiun Cacat berakhir pada saat Peserta meninggal dunia atau tidak lagi memenuhi definisi Cacat Total Tetap.

Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2015 tidak menentukan mekanisme pemeriksaan untuk menentukan  seorang Peserta yang telah dinyatakan Cacat Total Tetap, berubah status menjadi tidak memenuhi definisi mengalami Cacat Total Tetap.

Manfaat Pensiun Janda atau Duda     

Manfaat Pensiun janda atau Duda diatur dalam Pasal 21 Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2015. Manfaat Pensiun Janda atau Duda diterima oleh istri atau suami dari Peserta yang meninggal dunia.  Manfaat pensiun Janda atau Duda dihitung sebesar:

a.      50% (lima puluh persen) dari Formula Manfaat Pensiun sebagaiman dimaksud dalam Pasal 17 ayat (2) Peraturan pemerintah Nomor 45 Tahun 2015, untuk Peserta yang meninggal dunia sebelum menerima Manfaat pensiun; atau

b.      50% (lima puluh persen) dari Manfaat pensiun Hari Tua sebagaiman dimaksud dalam Pasal 19 atau Manfaat pensiun cacat sebagimana dimaksud  dalam Pasal 20, untuk Peserta yang meninggal dunia setelah menerima Manfaat Pensiun.

Dalam hal Peserta meninggal dunia sebelum mencapai Usia Pensiun dan masa Iur kurang dari 15 (lima belas) tahun, Masa Iur yang digunakan  dalam menghitung Manfaat Pensiun Janda atau Duda sebagaiman dimaksud pada huruf a adalah 15 (lima belas ) tahun, dengan ketentuan:

a.      telah menjadi Peserta paling singkat 1 (satu) tahun; dan\

b.      Peserta rutin membayar Iuran dengan tingkat kepadatan paling sedikit 80% (delapan puluh persen).

Hak atas Manfaat pensiun Janda atau Duda diperhitungkan mulai tanggal 1 bulan berikutnya setelah Peserta meninggal dunia. Hak atas Manfaat pensiun janda atau Duda berakhir pada saat Janda atau Duda meninggal dunia atau menikah lagi.

Manfaat Pensiun Anak

Manfaat Pensiun Anak diatur dalam Pasa 22 Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2015. Manfaat pensiun Anak diterima oleh Anak dalam hal :

a.      Peserta meninggal dunia dan tidak mempunyai istri atau suami;

b.      Janda atau Duda dari Peserta meninggal dunia atau menikah lagi.

Manfaat Pensiun Anak dihitung sebesar:

a.      50% (lima puluh persen) dari Formula Manfaat Pensiun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (2) untuk Peserta yang meninggal dunia sebelum menerima Manfaat Pensiun dan tidak mempunyai Janda atau Duda;

b.      50% (lima puluh persen) dari Formula Manfaat Pensiun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 atau Manfaat pensiun Cacat sebagimana dimaksud dalam Pasal 20 untuk Peserta yang meninggal dunia setelah menerima Manfaat Pensiun dan tidak mempunyai Janda atau Duda;atau

c.       50% (lima puluh persen) dari Formula Manfaat Pensiun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 untuk  Janda atau Duda yang meninggal dunia atau menikah lagi.

Dalam hal Peserta meninggal dunia sebelum mencapai Usia Pensiun dan masa Iur kurang dari 15 (lima belas) tahun, Masa Iur yang digunakan  dalam menghitung Manfaat Pensiun Anak sebagaiman dimaksud pada huruf a adalah 15 (lima belas ) tahun, dengan ketentuan:

a.      telah menjadi Peserta paling singkat 1 (satu) tahun; dan

b.      Peserta rutin membayar Iuran dengan tingkat kepadatan paling sedikit 80% (delapan puluh persen).

Hak atas Manfaat Pensiun Anak diperhitungkan mulai tanggal 1 bulan berikutnya setelah:

a.      Peserta meninggal dunia;

b.      Janda atau Duda meninggal dunia; atau

c.       Janda atau Duda menikah lagi.

Hak atas Manfaat Pensiun Anak berakhir pada saat Anak mencapai usia 23 (dua puluh tiga) tahun, bekerja atau menikah.

Bagaimana jika Anak meninggal dunia sebelum mencapai usia 23 (dua puluh tiga ) tahun? Apakah  hak atas Manfaat Pensiun Anak berakhir atau tidak? Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2015 tidak mengaturnya. Mungkin karena menganggap bahwa dalam hal Anak meninggal dunia sebelum mencapai usia 23 (dua puluh tiga ) tahun dengan sendirinya hak atas Manfaat Pensiun Anak berakhir.

Manfaat Pensiun Orang Tua

Manfaat Pensiun Orang Tua diatur dalam Pasal 23 Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2015. Manfaat Pensiun Orang Tua diterima oleh Orang Tua dalam hal Peserta meninggal dunia dan tidak mempunyai istri, suami atau Anak.

Manfaat Pensiun Orang Tua dihitung sebesar:

a.      20% (dua puluh persen) dari Formula Manfaat Pensiun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (2) untuk Peserta yang meninggal dunia sebelum menerima Manfaat Pensiun dan tidak mempunyai Janda atau Duda;

b.      20% (dua puluh persen) dari Formula Manfaat Pensiun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 atau Manfaat Pensiun Cacat sebagimana dimaksud dalam Pasal 20 untuk Peserta yang meninggal dunia setelah menerima Manfaat Pensiun .

Dalam hal Peserta meninggal dunia sebelum mencapai Usia Pensiun dan masa Iur kurang dari 15 (lima belas) tahun, Masa Iur yang digunakan  dalam menghitung Manfaat Pensiun Orang Tua sebagaimana dimaksud pada huruf a adalah 15 (lima belas ) tahun, dengan ketentuan:

a.      telah menjadi Peserta paling singkat 1 (satu) tahun; dan

b.      Peserta rutin membayar Iuran dengan tingkat kepadatan paling sedikit 80% (delapan puluh persen).

Hak atas Manfaat Pensiun Orang Tua diperhitungkan mulai tanggal 1 bulan berikutnya setelah Peserta meninggal dunia. Hak atas Manfaat Pensiun Anak berakhir pada saat Orang Tua meninggal dunia.

 

 

Hak Peserta yang Mencapai Usia Pensiun Sebelum Memiliki Masa Iur 15 (lima belas) tahun

Dalam hal Peserta mencapai Usia Pensiun sebelum memnuhi Masa Iur 15 (lima belas) tahun, menurut Pasal 24 Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2015, Peserta yang bersangkutan berhak mendapatkan seluruh akumulasi Iurannya ditambah hasil pengembangannya.

Seluruh akumulasi Iuran ditambah hasi pengembangannya dibayarkan kepada Peserta pada tanggal 1 bulan berikutnya setelah Peserta mencapai Usia Pensiun dan dokumen telah diterima lengkap oleh BPJS Ketenagkerjaan. Yang dimaksud dengan ’dokumen pendukung’ antara lain:

a.      kartu Peserta;

b.      Kartu Tanda Penduduk;

c.       Kartu Keluarga;

d.      Surat Keterangan Berhenti Bekerja.

Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2015 tidak mengatur jika tanggal 1 bulan berikutnya jatuh pada hari libur apakah pembayaran seluruh akumulasi Iuran ditambah hasil pengembangannya dibayarkan pada hari kerja berikutnya atau  pada hari kerja sebelumnya. Hasil pengembangan sebagaimana dimaksud di atas dihitung setiap bulan berdasarkan nilai sebenarnya. BPJS Ketenagakerjaan wajib memberikan informasi kepada Peserta mengenai besar hak Pensiun 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun, sebagaiana diatur dalam Pasal 13 huruf h Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS.

Follow Kami di:

Print this page

?

Pengutipan sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan judul, tanggal dan sumber:
MANFAAT PENSIUN (LANJUTAN)
http://archives.jamsosindonesia.com/identitas/manfaat_pensiun_lanjutan
 Martabat - www.jamsosindonesia.com, 2016
IklanIklanIklanIklan



Kembali Ke Jamsosda Atas